Selasa, 07 Oktober 2014

Fakta Golongan darah A

FAKTA
Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
Di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan.
SIFAT
Golongan darah A
1. Biasanya orang yang bergolongan darah A ini berkepala dingin, serius, sabar dan kalem atau cool, bahasa kerennya.
2. Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya namun keras kepala.
3. Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu. Dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.
4. Mereka berusaha membuat diri mereka se wajar dan ideal mungkin.
5. Mereke bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
6. mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lembek seperti gugup dan lain sebagainya.
7. Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber’temperamen’ sama.
Sikapmu lembut, tapi dalam mengambil keputusan nampak tegas. Suka mengalah dan ringan tangan. Suka membantu siapa saja yang sedang dilanda kesusahan. Sekalipun orang yang ditolongnya baru pertama kali dijumpainya, alias belum dikenal.Bahkan terkadang sifat sosialnya itu agak diluar batas kewajaran sebagai manusia. Habis udah tau punya uang pas-pasan misalnya, eh malah diberikan ke orang lain. Tapi ya itu, dia hanya akan memberikan pertolongan berdasarkan perasaan hati nurani alias nggak perlu diminta. Justru pada orang yang terang-terangan meminta padanya, dia amat nggak suka.Orang punya golongan darah A termasuk yang enggak mudah emosi. Meskipun perasaannya sebenarnya tersinggung, tapi nggak diperlihatkannya. Kecuali jika dianggapnya sudah keterlaluan banget, emosinya bisa nggak terkendali.Tapi namanya juga manusia, tetap punya kelemahan. Jika sudah merasa cape dalam mengerjakan sesuatu suka ngedumel/cuap2. he..he..he.. Bicaranya ceplas-ceplos, tanpa peduli pada perasaan orang lain. Pada orang yang jelas-jelas nggak disukainya terlalu diperlihatkan. Boro-boro mau ngobrol, dekat-dekat aja nggak mau.Pada umumnya orang yang memiliki golongan darah A sedikit pemalu. Itu sebabnya untuk bisa masuk lingkungan pergaulan butuh waktu beradaptasi cukup lama.
Karakter Orang Bergolongan Darah A
Orang dengan golongan darah A memiliki kekuatan karakter yang mengakar kuat yang akan membantu mereka untuk tetap tenang dalam krisis ketika semua orang panik menghadapi situasi serupa. Mereka cenderung menghindari konfrontasi, dan sesungguhnya kurang nyaman berada di antara orang banyak. Mereka biasanya pemalu dan terkadang suka mengasingkan diri. Mereka mencari keharmonisan dan sangat sopan, tetapi mereka sebenarnya tidak pernah benar-benar cocok dengan orang lain. Mereka sangat bertanggung jawab. Jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan, mereka lebih suka mengerjakannya sendiri. Orang-orang dengan golongan darah ini selalu mengukir sukses dan sangat perfeksionis. Mereka juga sangat kreatif, dan paling artistik di antara semua golongan darah yang ada karena kesensitifan mereka.
Cara Berkomunikasi dengan Orang Bergolongan Darah A
* Jangan mengangkat topik yang konfrontatif, misalnya, topik kontroversial karena mereka orang yang tidak suka membuat konfrontasi dengan lawan bicara.
* Gunakan kata-kata yang relatif sopan karena mereka sangat sensitif dan terkadang konservatif sehingga kata-kata yang tidak sesuai dengan standar kesopanan minimal akan dapat menyinggung mereka.
* Jika menjawab usahakan dengan lengkap dan bermakna karena mereka adalah orang yang sangat sempurna dan kurang menyukai hal yang setengah-setengah.
* Mintalah pandangan dan pendapat mereka karena mereka sangat kreatif untuk hal ini dan dengarkan dengan saksama ketika mereka menjelaskan.
* Jangan melebihi mereka saat menyampaikan sesuatu. Artinya, jangan sampai mereka merasa dilampaui dalam hal kepintaran dan pengalaman, misalnya.
* Hargai mereka dengan memuji seperlunya karena pujian yang berlebihan akan membuat mereka ragu dengan ketulusan si pemuji.
Sebagai tambahan, orang golongan darah A cenderung menyukai topik-topik yang bernuansa damai dan kooperatif. Mereka tidak menyukai topik yang berkaitan dengan sepak terjang atau kepribadian orang lain yang tidak ada parameter jelasnya. Mereka sangat sensitif, dalam arti setiap kata yang diterima oleh akal sehat mereka akan menjadi tolok ukur mereka terhadap orang yang diajak berkomunikasi. Untuk itu, lebih berhati-hatilah jika berhadapan dengan orang golongan darah A ini karena mereka sesungguhnya adalah pengamat yang luar biasa.
PENYAKIT
Berikut ini Penyakit yang sering dijumpai pada Orang bergolongan Darah A
– Cepat marah,
– serangan jantung,
– gangguan saluran darah,
– kanker,
– kegemukan.
MAKANAN
Pemilik darah golongan A disarankan mengkonsumsi bahan makanan yang sedikit mengandung lektin. Para pemilik golongan darah ini memiliki lambung dengan kandungan lektin rendah. Jika asupan lektin berlebihan , maka akan mengganggu kesehatan lambung. Selain itu, mereka menghasilkan lendir yang
lebih banyak jumlahnya. Ini mengakibatkan resiko terjangkit penyakit alergi, seperti asma, infeksi telinga, dan gangguan pernapasan.
Makanan yang dianjurkan ialah kelompok nabati. Sumber hewani bisa diperoleh dari ikan dan ayam kampung, ini pun dengan jumlah dan frekuensi terbatas. Susu yang dianjurkan adalah susu fermentasi (yoghurt), krim tanpa lemak, keju alami, telur dalam jumlah terbatas.
Ciri khas:
-Sistem kekebalan tubuh tidak sekuat tipe O
-Stres bisa diatasi dengan meditasi
-Orang yang bertanggung jawab dan romantis
-Jalur pencernaan cukup sensitif
-Dianjurkan menjadi vegetarian atau mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan rendah lemak
Jenis olahraga:
Fisik yang menenangkan dan fokus seperti yoga dan taichi.
Berikut adalah tips hal-hal berkenaan tentang diet golongan darah A:
Sangat bermanfaat : Ikan makarel, Ikan salem, ikan sarden, keong, bayam, brokoli, wortel, jamur, kacang tanah, kacang buncis, susu kedelai, tahu, tempe, beras, bluberi, nanas, & mangga
Netral : Ikan tuna, telur, ikan hiu, ikan ekor kuning, ikan cucut, ayam kalkun, burung dara, jagung,
tapioka, gandum, labu, bawang merah
Pantang : Sapi, kerbau, kambing, bebek, angsa, kelinci, ayam hutan, lobster, gurita, kepiting, belut,
kodok, udang, cumi-cumi, mentega, susu sapi, keju, es krim, kelapa
Soo…Bagaimana dengan Anda??

Golongan darah Dengan Fakta yang Ada

SIFAT SECARA UMUM

A = terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas (karena perfeksionis) yang kadang bikin orang mudah sebel, kecenderungan politik: “destra”
B = nyantai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup, kecenderungan politik: “sinistra”
O = berjiwa besar, supel, gak mau ngalah, alergi pada yang detil, kecenderungan politik: “centro”
AB = unik, nyleneh, banyak akal, berkepribadian ganda, kecenderungan politik

BERDASARKAN URUTAN

Yang paling gampang ngaret soal waktu:

B (karena nyantai terus)
O (karena flamboyan)
AB (karena gampang ganti program)
A (karena gagal dalam disiplin)

Yang paling susah mentolerir kesalahan orang:

A (karena perfeksionis dan narsismenya terlalu besar)
B (karena easy going tapi juga easy judging)
AB (karena asal beda)
O (easy judging tapi juga easy pardoning)

Yang paling bisa dipercaya:

A (karena konsisten dan taat hukum)
O (demi menjaga balance)
B (demi menjaga kenikmatan hidup)
AB (mudah ganti frame of reference)

Yang paling disukai untuk jadi teman:

O (orangnya sportif)
A (selalu on time dan persis)
AB (kreatif)
B (tergantung mood)

Kebalikannya, teman yang paling tidak disukai:

B (egois, easy come easy go, maunya sendiri)
AB (double standard)
A (terlalu taat dan scrupulous)
O (sulit mengalah)

MENYANGKUT OTAK DAN KEMAMPUAN
Yang paling mudah kesasar / tersesat:


B
A
O
AB

Yang paling banyak meraih medali di olimpiade olah raga:

O (jago olah raga)
A (persis dan matematis)
B (tak terpengaruh pressure dari sekitar. Hampir seluruh atlet judo, renang dan gulat jepang bergoldar B)
AB (alergi pada setiap jenis olah raga)

Yang paling banyak jadi direktur dan pemimpin:

O (karena berjiwa leadership dan problem-solver)
A (karena berpribadi “minute” dan teliti)
B (karena sensitif dan mudah ambil keputusan)
AB (karena kreatif dan suka ambil resiko)
Yang jadi PM jepang rata-rata bergolongan darah O (berjiwa pemimpin)
Mahasiswa Tokyo Universita pada umumnya bergol darah : B

Yang paling gampang nabung:

A (suka menghitung bunga bank)
O (suka melihat prospek)
AB (menabung karena punya proyek)
B (baru menabung kalau punya uang banyak)

Yang paling kuat ingatannya:

O
AB
A
B
Yang paling cocok jadi MC adalah orang yang bergolongan darah A (kaya planner berjalan)

MENYANGKUT KESEHATAN
Yang paling panjang umur:


O (tidak mudah stress, antibody-nya paling joss!)
A (hidup teratur)
B (mudah cari kompensasi stress)
AB (amburadul)

Yang paling gampang gendut:

O (nafsu makan besar, makannya cepet lagi)
B (makannya lama, nambah terus, dan lagi suka makanan enak)
A (hanya makan apa yang ada di piring, terpengaruh program diet)
AB (makan tergantung mood, mudah kena anoressia)
Paling gampang digigit nyamuk adalah orang yang bergolongan darah O (darahnya manis)

Yang paling gampang flu / demam / batuk / pilek:

A (lemah terhadap virus dan pernyakit menular)
AB (lemah terhadap hyangiene)
O (makan apa saja enak atau tidak enak)
B (makan, tidur tidak teratur)

Pada acara makan-makan di sebuah pesta:

O (banyak ngambil protein hewani, pokoknya daging-dagingan)
A (ngambil yang berimbang, 4 sehat 5 sempurna)
B (suka ambil makanan yang banyak kandungan airnya seperti soup, soto, bakso dsb)
AB (hobby mencicipi semua masakan, “aji mumpung”)

Yang paling cepat botak:

O
B
A
AB

Yang tidurnya paling nyenyak dan susah dibangunin:

B (tetap mendengkur meski ada Tsunami)
AB (jika lagi mood, sleeping is everything)
A (tidur harus 8 jam sehari, sesuai hukum)
O (baru tidur kalau benar-benar capek dan membutuhkan)

Yang paling cepet tertidur:

B (paling mudah ngantuk, bahkan sambil berdiripun bisa tertidur)
O (kalau lagi capek dan tidak ada kerjaan mudah ngantuk)
AB (tergantung kehendak)
A (tergantung aturan dan orario)

Penyakit yang mudah menyerang:

A (stress, majenun / linglung)
B (lemah terhadap virus influenza, paru-paru)
O (gangguan pencernaan dan mudah kena sakit perut)
AB (kanker dan serangan jantung, mudah kaget)

Apa yang perlu dianjurkan agar tetap sehat:

A (karena terlalu perfeksionis maka nyantailah sekali-kali, tidak usah terlalu tegang dan serius)
B (karena terlalu susah berkonsentrasi, sekali-kali perlu serius sedikit, meditasi, main catur)
O (karena daya konsentrasi tinggi, maka perlu juga mengobrol santai, jalan-jalan)
AB (karena gampang capek, maka perlu cari kegiatan yang menyenangkan dan bikin lega)

Yang paling sering kecelakaan lalu lintas (berdasarkan data kepolisian):

A
B
O
AB

Jumat, 19 September 2014

Kimia : Kenaikan Titik Didih dan Penuruanan Titik Beku



Kenaikan Titik Didih ( ∆Tb ) dan Penurunan Titik Beku ( ∆Tf )

A.    Permasalahan            :
1)      Bagaimana perubahan titik didih, jika kedalam suatu pelarut ditambahkan zat terlarut ?
2)      Dan bagaimana pula perubahan titik didih, jika ke kedalam suatu pelarut ditambahkan zat terlarut ?

B.     Pertanyaan                : Bagaimana jenis dan jumlah partikel zat terlarut dapat                                            mengubah titik didih dan titik beku suatu larutan ?

C.    Tujuan                       : mengetahui perbedaan perubahan titik didih dan titik beku                                                suatu larutan elektrolit dan nonektrolit.


D.    Hipotesis                     : Titik didih akan semakin tinggi jika ditambahkan zat                                              terlarut dan titik beku akan semakin rendah jika                                                        ditambahkan zat terlarut.

E.     Tinjauan teori dasar :
·         Kenaikan titik didih larutan (∆Tb)
Titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap sama dengan tekanan luar. Titik didih normal suatu cairan merupakan suhu pada saat tekanan uap sama dengan tekanan 1 atm. Misalnya : titik didih normal air adalah 100°C,titik didih air di daerah yang memiliki tekanan lebih rendah seperti daerah pegunungan akan lebih rendah dari 100°C. Tekanan uap pelarut mengalami penurunan setelah ditambahkan zat terlarut maka titik didih mengalami kenaikan.
            Selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarutnya disebut kenaikan titik didih (∆Tb)
            ∆Tb=  titik didih larutan –titik didih pelarut
            ∆Tb= Tb-Tb°
Kenaikan titik didih tergantung pada konsentrasi zat terlarut
            ∆Tb= Kb.m atau ∆Tb=Kb × g/mr × 1000/p

·         Penurunan titik beku (∆Tf)
Titik beku adalah suhu pada saat fase padat dan cair berada dalam kesetimbangan. Titik beku normal suatu zat adalah suhu pada saat zat meleleh atau membeku pada tekanan 1 atm. Jika suatu zat terlarut ditambahkan pada suatu pelarut murni hingga membentuk larutan maka titik beku pelarut murni akan mengalami penurunan.
Misalnya : jika titik beku normal air adalah 0°C namun dengan adanya zat terlarut pada suhu 0°C air belum membeku.
Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penuruna titik beku (∆Tf).
∆Tf= titik beku pelarut murni-titik beku larutan
∆Tf= Tf°-Tf
Penurunan titik beku bergantung pada konsentrasi zat terlarut.
            ∆Tf= Kf.m  atau  ∆Tf= Kf × g/mr × 1000/p

Ø  Pembuatan larutan urea CO(NH2)2 = 1 Molar
a.       Alat dan bahan :
-          Urea
-          Aquades
-          Gelas kimia
-          Spatula
-          Timbangan
-          Pipet tetes
-          Botol M-150

b.      Cara kerja :
-          Tentukan banyak urea yang akan digunakan dengan pencarian, sbb :
M =     
1 M =  
    x  = 12 gram
-          Jika sudah didapat berapa banyak urea yang akan digunakan, timbang urea sebanyak hasil di atas dengan timbangan.
-          Jika sudah, masukan urea tersebut kedalam gelas kimia di ikuti aquades sebanyak 100 ml.
-          Aduk perlahan dengan spatula hingga urea bercampur dengan aquades.
-          Jika sudah tercampur, tambahkan 50 ml lagi dan aduk kembali.
-          Lalu masukan larutan urea 1 Molar tersebut kedalam botol M-150 dan beri label.

·         Kenaikan titik didih ( ∆Tb ) => larutan urea CO(NH2)2 = 1 Molar
a.       Alat dan bahan :


-          Larutan urea CO(NH2)2 = 1 Molar sebanyak 50 ml
-          Gelas kimia
-          Kaki tiga
-          Termometer
-           Kawat kasa
-          Pemanas spitrus
-          Botol M-150

b.      Cara kerja :
-          Masukan larutan urea CO(NH2)2  1 Molar  sebanyak 50 ml kedalam gelas kimia.
-          Ukur suhu awal dengan termometer sebelum dipanaskan.
-          Letakan gelas kimia yang berisi larutan CO(NH2)2  1 Molar dengan volume 150 ml.
-          Sebelumnya alas kaki tiga dengan kawat kasa agar gelas kimia tidak jatuh.
-          Panaskan larutan tersebut menggunakan pemanas spitrus dan tunggu hingga mendidih.
-          Jika sudah mendidih, pindahkan larutan tadi mennggunakan serbet ke tempat yang jauh dari pemanas spitrus.
-          Lalu ukur suhu akhir larutan menggunakan termometer.

o   Titik didih
Waktu percobaan: kamis/ 7 Agustus 2014
No
Larutan
Suhu didih
Rata-rata suhu didih
kelompok
kelompok
1
Aquades
(I), 76°C
(I), 76°C
76°C
2
Urea 1M
(II), 77°C
(III), 78°C
77,5°C
3
Urea 2M
(IV), 82°C
(V), 91°C
86,5°C
4
NaCl 1M
(VI), 82°C
(VII), 81°C
81,5°C
5
NaCl 2M
(VIII), 89°C
(IX),90 °C
89,5°C






·         Penurunan titik beku ( ∆Tf ) => larutan urea CO(NH2)2 = 1 Molar
a.       Alat dan bahan :


-          Larutan urea CO(NH2)2 = 1 Molar setinggi 4 cm ( di ukur dengan tabung reaksi )
-          Gelas kimia
-          mistar
-          Termometer
-          Pecahan es batu
-          Garam kasar
-          Serbet
-          Gelas ukur

b.      Cara kerja :
-          Masukan larutan  urea CO(NH2)2 = 1 Molar kedalam tabung reaksi.
-          Ukur setinggi 4 cm dengan menggunakan mistar.
-          Ukur suhu awal larutan dengan menggunakan termometer.
-          Lalu setelah itu, masukan larutan tersebut kedalam gelas kimia yang sebelumnya telah di isi dengan pecahan  es batu ditambah garam kasar.
-          Tunggu hingga larutan setengah membeku.
-          Jika sudah membeku, keluarkan larutan tersebut dari gelas kimia yang di penuhi pecahan es batu.
-          Ukur suhu akhir larutan dengan menggunakan termometer.

·         Titik Beku
Waktu percobaan : Jum’at/ 8 Agustus 2014
No
Larutan
Suhu didih
Rata-rata suhu didih
kelompok
Kelompok
1
Aquades
(I), 3°C
(I), 3°C
3°C
2
Urea 1M
(II), 0°C
(III), 0°C
0°C
3
Urea 2M
(IV), 0°C
(V), 0°C
0°C
4
NaCl 1M
(VI), 2°C
(VII), 3°C
2,5°C
5
NaCl 2M
(VIII), -2°C
(IX),0 °C
-1°C








i.        Pengolahan data:
1.       Harga ∆Tb dan ∆Tf  yang dihasilkan dari percobaan
urea= 1 M
Tb: 78°C
∆Tb=Tb larutan-Tb pelarut
      = 78°C-76°C
      = 2°C

Tf : 0°C
∆Tf  = Tf pelarut-Tf larutan
        = 3°C- 0 °C
        = 3°C
2.      Diagram hubungan P-T untuk data hasil kelompok  V
3.      Diagram hubungan P-T untuk data hasil seluruh kelompok
4.      Harga ∆Tb dan ∆Tf  yang dihasilkan dari percobaan berdasarkan hukum roult (jika Kb air: 0,52°C/m dan Kf air: 1,86°C/m), dan bandingkan harga berdasarkan percobaan.
∆Tb      = Kb.m.i
            =0,52°C/m × 1 M × 1
=0,52°C

∆Tf       =Kf.m.i
            =1,86°C/m × 1 M × 1
=1,86°C


j.        Discusi dan pertanyaan:
1)      Bagaimana titik didih dan titik beku larutan dibandingkan dengan titik didih dan titik beku pelarut murni? (lebih tinggi, lebih rendah, atau sama?)
Jawab:
-          Titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut murni
-          Titik beku larutan lebih rendah dari titik beku pelarut murni


2)      Bagaimana pengaruh kesentrasi larutan urea terhadap:
a.titik didih dan titik beku larutan?
b.kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan?
Jawab:
a.       Semakin tinggi kosentrasi larutan maka semakin tinggi titik didih larutan, semakin tinggi kosentrasi larutan maka semakin rendah titik didih larutan.
b.      Tekanan uap pelarut mengalami penurunan setelah ditambahkan zat terlarut maka titik didih mengalami kenaikan.

Jika suatu zat terlarut ditambahkan pada suatu pelarut murni hingga membentuk larutan maka titik beku pelarut murni akan mengalami penurunan.


3)      Bagaimana pengaruh kosentrasi larutan NaCl terhadap:
a.           Titik didih dan titik beku larutan?
b.      Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan?
Jawab:
a.       Semakin tinggi kosentrasi larutan maka semakin tinggi titik didih larutan, semakin tinggi kosentrasi larutan maka semakin rendah titik beku larutan.

b.      Tekanan uap pelarut mengalami penurunan setelah ditambahkan zat terlarut maka titik didih mengalami kenaikan.
Jika suatu zat terlarut ditambahkan pada suatu pelarut murni hingga membentuk larutan maka titik beku pelarut murni akan mengalami penurunan.

4)     Pada kemolalan yang sama, bagaimana harga titik didih dan titik beku pada larutan urea dan NaCl?
Menurut anda apakah yang menyebabkan perbedaan itu?
Jawab:
a.       Titik didih NaCl lebih tinggi dari titik didih urea karena NaCl adalah larutan elektrolit
b.      Titik beku NaCl lebih rendah dari titik beku urea karena NaCl larutan elektrolit
yang menyebabkan perbedaan itu adalah akibat pengaruh kosentrasi larutan (molaritas) serta bergantung pada sifat koligatif larutan.

k.      Kesimpulan dan saran

Titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut akibat adanya pengaruh kosentrasi (molalitas) larutan, serta sifat koligatif nya .
Titik beku larutan lebih rendah dari titik beku pelarut akibat adanya pengaruh kosentrasi (molaritas) larutan, serta sifat koligatifnya.
Faktor yang menentukan harga kenaikan titik didih dan titik beku larutan adalah jumlah partikel/mol zat terlarut

Pengayaan:

1.      Jelaskan kenapa zat terlarut dapat mengubah titik didih dan titik beku suatu larutan?
Jawab:
Karena partikel zat terlarut akan menghambat proses penguapan /pembekuan suatu larutan, semakin banyak partikel zat terlarut titik didih semakin tinggi  dan titik beku semakin turun.


2.      Contoh manfaat dari prinsip pratikum yang telah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari:

-          Pada pembuatan es krim.
-          Anti beku dalam radiator mobil.
-          Antibeku dalam tubuh hewan.