Minggu, 30 Oktober 2016

polutan air dan tanah



Kata Pengantar

Puji dan syukur senatiasa selalu di panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas karunia dan rahmat Nya penulis dapat menyelesaikan Makalah Toksikologi  tentang ‘ Polutan Air dan Tanah ‘ ini.
            Dampak dari Polutan yang ditimbulkan memang sangat banyak. Bahkan tidak bisa dihindarkan lagi, hampir dari setiap kegiatan manusia menghasilkan polutan.  Maka dari itu, penulis akan membahas secara seksama hal-hal yang ditimbulkan oleh polutan itu sendiri.
            Makalah ini, senatiasa di buat untuk lebih memahami pelajaran yang telah diajarkan dan merupakan bentuk realitas dari proses belajar.
            Semoga, makalah sederhana ini, bisa melengkapi materi yang sudah ada dan bisa menjadi tambahan ilmu bagi penulis dan pembaca.
            Akhir kata, penulis mengucapkan Terima Kasih kepada Dosen Pengampu yang telah bersedia menerima makalah sederhana ini.



                                                                                                                                                                                    Indralaya, 2016


Penulis 










BAB I
PENDAHULUAN
A.            Latar Belakang
Dizaman saat ini, manusia semakin berkembang. Tidak hanya dari segi pola pikir, namun perkembangn teknologi juga ikut berkembang dengan sangat pesat. Diluar banyaknya manfaat yang dihasilkan oleh teknologi, banyak juga dampak buruk yang dihasilkan. Memang saat ini masih dalam keadaan yang wajar, namun lama-kelamaan dampak teknologi tersebut akan berpengaruh akan kehidupan manusia itu sendiri.
Salah satu hal yang menjadi perbincangan saat ini adalah polutan. Polutan adalah hasil atau pembuangan dari teknologi atau dalam kata lain zat yang dapat merugikan manusia. Polutan banyak terdapat di tanah, air bahnkan udara. Namun, karena hanya sedikit yang merasakan nya, saat ini polutan yang sedang menguasai daerah tempat tinggal manusia ini masih dianggap dalam kadar yang sedang.
Oleh karena itu, polutan yang sedikit ini jangan sampai meningkat lagi, dan akan berkurang setelah adanya kesadaran dari setiap orang.

B.            Tujuan
Untuk mengetahui bagaimana polutan itu berasal, dan bagaimana polutan merusak lingkungan

C.           Rumusan Masalah
Bagaimana cara untuk menaggulangi dampak dari Polutan Air dan Tanah ?








BAB II
PEMBAHASAN

POLUTAN AIR DAN TANAH

Pengertian Polutan
Polutan adalah Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan baik (Pencemaran Udara, Tanah, Air, dsb). Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.

Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
1. Jumlahnya melebihi jumlah normal
2. Berada pada waktu yang tidak tepat
3. Berada pada tempat yang tidak tepat

Sifat dari polutan adalah:
1.      Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi
2.      Merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampaitingkatyangmerusak.

Polutan Air
Polutan air adalah suatu zat yang masuk kedalam air yang mengakibatkan air tersebut tercemar. Keadaan air yang berpengaruh terhadap makhluk adalah suhu, kadar garam (salinitas), dan tingkat keasamaan (pH) air. Kualitas air yang terganggu dapat dilihat atau ditandai dengan adanya perubahan bau (menyengat), rasa (asam), dan warnanya (hitam pekat).
Macam-macam polutan di air yaitu, :
l  Agen penyebab penyakit
Agen penyebab penyakit adalah organisme-organisme yang dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit, contoh agen penyeab penyakit yang dapat menjadi polutan di air adalah bakteri, virus, protozoa, dan cacing parasit.
l  Limbah yang memerlukan oksigen
Limbah yang memerlukan oksigen terdiri atas berbagai limbah organik yang dapat di urai oleh bakteri aerob. Contoh jenis limbah ini adalah kotoran manusia dan hewan, sisa-sisa tumbuhan dan limbah industri.
l  Bahan kimia organik
Bahan kimia organik merupakan senyawa kimia yang mengandung atom karbon. Contoh bahan kimia organik tersebut adalah pestisida, minyak, gosolin, plastik deterjen dan PJB ( Poliklorinasi bifenil).
l  Bahan kimia anorganik
Polutan bahan kimia anorganik adalah polutan yang mengandung unsur kimia selain karbon, misalnya berbagai senyawa asam, senyawa garam-garaman dan logam berat.
l  Nutrien tumbuhan
Nutrien tumbuhan merupakan senyawa-senyawa kimia yang dapat menstimulasi pertumbuhan tumbuhan dan ganggang. Contoh nutrien tumbuhan yang umunya menjadi polutan air adalah nitrat (NO3), Fosfat (PO4), dan Amonium (NH4).
l  Sedimen
Sedimen adalah endapan berbagai partikel padat, sepertipartikel pasir, lumpur, dan batuan dasar. Perairan sedimen dapat menjadi polutan bagi air apabila jumlahnya berlebihan.


l  Bahan radio aktif
Bahan radio aktif mengandung atom-atom dari senyawa isotop yang tidak stabil sehingga memancarkan radiasi secara spontan. Contoh bahan radio aktif yang umumnya menjadi polutan air adalah radon, iodin dan uranium.
l  Panas
Panas juga dapat menjadi polutan air apabila berlebihan sehingga suhu air meningkat.
Secara umum, gangguan yang terjadi akibat pencemaran air dapat dikelompokkan menjadi empat sebagai berikut:
  1.  Water diseases
Merupakan penyakit yang ditularkan langsung melalui air minum, seperti kolera, tifus, dan disentri
b.       Water washed diseases
Merupakan penyakit yang berkaitan dengan kekurangan air hygiene perorangan, seperti scabies, infeksi kulit dan selaput lender, trachoma dan lepra.
  1. Water based diseases
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh bibit penyakit yang sebagian siklus kehidupannya berhubungan dengan schistosomiasis.
  1. Water related vectors
Adalah penyakit yang ditularkan oleh vector penyakit yang sebagian atau seluruhnya perindukkannya berada di air, seperti malaria, demam berdarah dengue, dan filariasis.



Dampak yang disebabkan polutan di air adalah sebagai berikut :
a.       Nutrien tumbuhan
Perairan yang mengandung nutrien seperti fosfat dan nitrogen dalam jumlah berlebih disebut mengalami eutrofikasi.  Eutrofikasi akan menyebabkan ganggang (algae) berkembang biak dengan subur sehingga populasinya meningkat pesat disebut algae blooming.
Algae blooming dapat menyebabkan beberapa gangguan di perairan di antaranya:
- Menghambat penetrasi cahaya matahari ke dalam perairan sehingga mengganggu kehidupan biota air.
- Jika ganggang yang mengalami blooming menghasilkan senyawa beracun akan menyebabkan kematian biota air.
Ketika ganggang yang mengalami blooming mati, sei-selnya akan turun ke dasar perairan dan mengalami pembusukan sehingga terjadi peningkatan populasi bakteri pembusuk yang membutuhkan banyak oksigen.  Hal ini akan meningkatkan BOD perairan
- BOD  yang meningkat akan menurunkan DO perairan sehingga biota air yang tidak toleran terhadap kondisi DO rendah akan mengalami penurunan populasi.
b.  Limbah yang membutuhkan oksigen
Seperti eutrofikasi pencemaran air oleh limbah yang membutuhkan oksigen akan menyebabkan peningkatan BOD akibat tingginya populasi bakteri aerob sehingga akan menurunkan DO perairan.  Akibatnya  populasi biota air turun.
c.        Minyak
Pencemaran minyak banyak terjadi di lautan atau pantai.
- Pencemaran minyak di perairan dapat menyebabkan kematian bagi banyak jenis biota air seperti terumbukarang, karena bersifat racun bagi biota tersebut.
- Tumpahan minyak diperairan dapat menempel dan menyelubungi bulu-bulu pada burung dan rambut mamalia air sehingga mengganggu fungsi fisiologis bulu dan rambut tersebtu.  Contoh gangguan fisiologis yang dapat terjadi adalah hilangnya kemampua mengapung atau kemampuan menjaga suhu tubuh sehingga hewan dapat mati karena tenggelam atau karena kehilangan panas tubuh secara drastis.

d.             Sedimen
Pencemaran sedimen di perairan dapat menyebabkan air menjadi keruh sehingga mengurangi jarak penetrasi cahaya matahari ke dalam perairan. Hal ini ini akan menyebabkan kemampuan fotosintesis ganggang dan tumbuhan air menurun sehingga populasinya berkurang, dan akan mengakibatkan penurunan populasi biota air lainnya. Sedimen juga dapat menyumbat aliran air, membawa endapan senyawa toksin, dan menutupi terumbu karang serta makhluk hidup lain di dasar perairan.

  1. Panas
Polusi panas atau termal dapat menyebabkan perubahan suhu perairan secara drastis  sehingga mengakibatkan kematian berbagai biota air yag tidak mampu beradaptasi terhadap perubahan suhu tersebut. Panas juga dapat menurunkan DO di perairan.
Cara Penanggulangan Polutan di Air        
Cara penanggulangan polutan di air lainnya adalah melakukan penanaman pohon. Pohon selain bisa mencegah longsor, diakui mampu menyerap air dalam jumlah banyak. Itu sebabnya banyak bencana banjir akibat penebangan pohon secara massal. Padahal, pohon merupakan penyerap air paling efektif dan handal.
            Beberapa cara penanggulangan pencemaran air tersebut di antaranya sebagai berikut.
  1. Program Pengendalian Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan
·         Mengurangi beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik.
·         Mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri.
·         Mengawasi pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3.
·        Mengembangkan produksi yang lebih bersih (cleaner production) dan EPCM   (Environmental Pollution Control Manager).
  1.  Program Rehabilitasi dan Konservasi SDA dan Lingkungan Hidup
·         Mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis.
·         Menanggulangi kerusakan lahan bekas pertambangan, TPA, dan bencana.
·         Meningkatkan konservasi air bawah tanah.
·         Rehabilitasi dan konservasi keanekaragaman hayati.
  1. Tindakan yang Perlu Dilakukan oleh Masyarakat
·        Tidak membuang sampah atau limbah cair ke sungai, danau, laut dll.
·       Tidak menggunakan sungai atau danau untuk tempat mencuci truk, mobil dan sepeda motor
·         Tidak menggunakan sungai atau danau untuk wahana memandikan ternak dan sebagai tempat kakus
·         Tidak minum air dari sungai, danau atau sumur tanpa dimasak dahulu.
  1. Pembuatan Kolam Pengolah Limbah Cair
            Pembuatan kolam pengolahan air buangan (air cucian, air kamarmandi, dan lain-lain) secara kolektif, agar limbah tersebut tidak langsung dialirkan ke selokan atau sungai. Untuk limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam beberapa kolam kemudian dibersihkan, baik secara mekanis (pengadukan), kimiawi (diberi zat kimia tertentu) maupun biologis (diberi bakteri, ganggang atau tumbuhan air lainnya). Pada kolam terakhir dipelihara ikan untuk menguji kebersihan air dari polutan yang berbahaya. Reaksi ikan terhadap kemungkinan pengaruh polutan diteliti.
Pencegahan Polutan di Air
Pada dasarnya ada lima cara yang dapat dilakukan dalam rangka pencegahan pencemaran air, yaitu:
1.Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau  mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
2. Tidak membuang sampah ke sungai.
3. Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
4. Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingga limbah yang nantinya bersatu dengan air sungai bukanlah limbah jahat perusak ekosistem.
5. Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-sumber air bersih lainnya tidak tercemar.



Polutan Tanah
Polutan Tanah adalah sebagai tempat makhluk hidup bagi organisme, sebagai hara dan air bagi tumbuhan. Pada tanah yang subur proses-proses kehidupan tumbuhan, hewan, dan mikroba tanah dapat berlangsung dengan baik. Keadaan tanah yang memengaruhi makhluk hidup misalnya pH tanah, tekstur, kelembapan, dan kandungan unsur hara.
Macam-macam Polutan Tanah adalah sebagai berikut :
a.    Senyawa organik yang dapat membusuk karena diuraikan oleh mikroorganisme, seperti sisa-sisa makanan, daun, tumbuh-tumbuhan dan hewan yang mati.
b. Senyawa organik dan senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan/ diuraikan oleh mikroorganisme seperti plastik, serat, keramik, kaleng-kaleng, PVC, dan bekas bahan bangunan, menyebabkan tanah menjadi kurang subur
c.   Gas yang larut dalam air hujan seperti oksida nitrogen (NO dan NO2), oksida belerang (SO2 dan SO3), oksida karbon (CO dan CO2), menghasilkan hujan asam yang akan menyebabkan tanah bersifat asam dan merusak kesuburan tanah/ tanaman.
d.  Pencemar berupa logam-logam berat yang dihasilkan dari limbah industri seperti Hg, Zn, Pb, Cd dapat mencemari tanah.
e.  Zat radioaktif yang dihasilkan dari PLTN, reaktor atom atau dari percobaan lain yang menggunakan atau menghasikan zat radioaktif.
Dampak yang disebabkan polutan di tanah adalah sebagai berikut :
1.      Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi. Kuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati. Organofosfat dan karmabat dapat dapat menyebabkan ganguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian.
2.        Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut.
3.      Dampak pada pertanian terutama perubahan erivative tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman dimana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia erivative akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.
Cara Penanggulangan Polutan di Tanah
1.      Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.
2.      Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.
3.      Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). Menurut Dr. Anton Muhibuddin, salah satu mikroorganisme yang berfungsi sebagai bioremediasi adalah jamur vesikular arbuskular mikoriza (vam). Jamur vam dapat berperan langsung maupun tidak langsung dalam remediasi tanah. Berperan langsung, karena kemampuannya menyerap unsur logam dari dalam tanah dan berperan tidak langsung karena menstimulir pertumbuhan mikroorganisme bioremediasi lain seperti bakteri tertentu, jamur dan sebagainya.
Pencegahan Polutan di Tanah
Pada umumnya pencegahan ini pada prinsipnya adalah berusaha untuk tidak menyebabkan terjadinya pencemaran, misalnya mencegah/mengurangi terjadinya bahan pencemar, antara lain:
l  Sampah organik yang dapat membusuk/diuraikan oleh mikroorganisme antara lain dapat dilakukan dengan mengukur sampah-sampah dalam tanah secara tertutup dan terbuka, kemudian dapat diolah sebagai kompos/pupuk.
l  Sampah senyawa organik atau senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan oleh mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara membakar sampah-sampah yang dapat terbakar seperti plastik dan serat baik secara individual maupun dikumpulkan pada suatu tempat yang jauh dari pemukiman, sehingga tidak mencemari udara daerah pemukiman. Sampah yang tidak dapat dibakar dapat digiling/dipotong-potong menjadi partikel-partikel kecil, kemudian dikubur.
l  Pengolahan terhadap limbah industri yang mengandung logam berat yang akan mencemari tanah, sebelum dibuang ke sungai atau ke tempat pembuangan agar dilakukan proses pemurnian.
l  Penggunaan pupuk, pestisida tidak digunakan secara sembarangan namun sesuai dengan aturan dan tidak sampai berlebihan.




















BAB III
PENUTUP

Daftar Pustaka

Fitria, Agnes Widyanto,dkk.2015. Polusi Air Tanah Akibat Limbah Industri 
dan Rumah Tangga.( http://journal.unnes.ac.id/artikel_nju/kemas/3388). Diakses tanggal 21 Oktober
Wienpurnama, S.2012. Sumber Polusi air Tanah dan Udara.
Winarno, P. 1998.Hubungan Polusi dengan Aktifitas Manusia.Gramedia:
            Jakarta