Kata
Pengantar
Puji dan syukur
senatiasa selalu di panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas karunia dan
rahmat Nya penulis dapat menyelesaikan Makalah
Toksikologi
tentang ‘ Polutan Air dan Tanah ‘ ini.
Dampak
dari Polutan yang
ditimbulkan memang sangat banyak. Bahkan
tidak bisa dihindarkan lagi, hampir dari setiap kegiatan manusia menghasilkan
polutan.
Maka dari itu, penulis akan membahas
secara seksama hal-hal yang ditimbulkan oleh polutan itu sendiri.
Makalah
ini, senatiasa di buat untuk lebih memahami pelajaran yang telah diajarkan dan merupakan bentuk realitas dari
proses belajar.
Semoga,
makalah sederhana ini, bisa melengkapi materi yang sudah ada dan bisa menjadi
tambahan ilmu bagi penulis dan pembaca.
Akhir
kata, penulis mengucapkan Terima Kasih kepada Dosen Pengampu yang telah bersedia menerima
makalah sederhana ini.
Indralaya, 2016
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dizaman saat ini, manusia
semakin berkembang. Tidak hanya dari segi pola pikir, namun perkembangn
teknologi juga ikut berkembang dengan sangat pesat. Diluar banyaknya manfaat yang
dihasilkan oleh teknologi, banyak juga dampak buruk yang dihasilkan. Memang
saat ini masih dalam keadaan yang wajar, namun lama-kelamaan dampak teknologi
tersebut akan berpengaruh akan kehidupan manusia itu sendiri.
Salah satu hal yang menjadi
perbincangan saat ini adalah polutan. Polutan adalah hasil atau pembuangan dari
teknologi atau dalam kata lain zat yang dapat merugikan manusia. Polutan banyak
terdapat di tanah, air bahnkan udara. Namun, karena hanya sedikit yang
merasakan nya, saat ini polutan yang sedang menguasai daerah tempat tinggal
manusia ini masih dianggap dalam kadar yang sedang.
Oleh karena itu, polutan yang
sedikit ini jangan sampai meningkat lagi, dan akan berkurang setelah adanya
kesadaran dari setiap orang.
B.
Tujuan
Untuk mengetahui bagaimana
polutan itu berasal, dan bagaimana polutan merusak lingkungan
C.
Rumusan
Masalah
Bagaimana cara untuk
menaggulangi dampak dari Polutan Air dan Tanah ?
BAB
II
PEMBAHASAN
POLUTAN
AIR DAN TANAH
Pengertian Polutan
Polutan
adalah Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan
baik (Pencemaran Udara, Tanah, Air, dsb). Polusi atau pencemaran lingkungan
adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen
lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan
manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke
tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat
berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
Syarat-syarat
suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian
terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara
berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan
efek merusak.
Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
1. Jumlahnya melebihi jumlah normal
2. Berada pada waktu yang tidak tepat
3. Berada pada tempat yang tidak tepat
Sifat dari polutan adalah:
1. Merusak
untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak
lagi
2.
Merusak dalam jangka
waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi
dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh
sampaitingkatyangmerusak.
Polutan Air
Polutan air adalah suatu zat yang masuk kedalam air yang
mengakibatkan air tersebut tercemar. Keadaan air yang
berpengaruh terhadap makhluk adalah suhu, kadar garam (salinitas), dan
tingkat keasamaan
(pH) air. Kualitas air yang terganggu dapat dilihat atau ditandai dengan adanya
perubahan bau (menyengat), rasa (asam), dan warnanya (hitam pekat).
Macam-macam polutan di air
yaitu, :
l Agen penyebab penyakit
Agen penyebab
penyakit adalah organisme-organisme yang dapat menginfeksi dan menyebabkan
penyakit, contoh agen penyeab penyakit yang dapat menjadi polutan di air adalah
bakteri, virus, protozoa, dan cacing parasit.
l Limbah yang memerlukan oksigen
Limbah yang
memerlukan oksigen terdiri atas berbagai limbah organik yang dapat di urai oleh
bakteri aerob. Contoh jenis limbah ini adalah kotoran manusia dan hewan, sisa-sisa
tumbuhan dan limbah industri.
l Bahan kimia organik
Bahan kimia
organik merupakan senyawa kimia yang mengandung atom karbon. Contoh bahan kimia
organik tersebut adalah pestisida, minyak, gosolin, plastik deterjen dan PJB (
Poliklorinasi bifenil).
l Bahan kimia anorganik
Polutan bahan
kimia anorganik adalah polutan yang mengandung unsur kimia selain karbon,
misalnya berbagai senyawa asam, senyawa garam-garaman dan logam berat.
l Nutrien tumbuhan
Nutrien
tumbuhan merupakan senyawa-senyawa kimia yang dapat menstimulasi pertumbuhan
tumbuhan dan ganggang. Contoh nutrien tumbuhan yang umunya menjadi polutan air
adalah nitrat (NO3), Fosfat (PO4), dan Amonium (NH4).
l Sedimen
Sedimen adalah
endapan berbagai partikel padat, sepertipartikel pasir, lumpur, dan batuan dasar.
Perairan sedimen dapat menjadi polutan bagi air apabila jumlahnya berlebihan.
l Bahan radio aktif
Bahan radio
aktif mengandung atom-atom dari senyawa isotop yang tidak stabil sehingga
memancarkan radiasi secara spontan. Contoh bahan radio aktif yang umumnya
menjadi polutan air adalah radon, iodin dan uranium.
l Panas
Panas juga
dapat menjadi polutan air apabila berlebihan sehingga suhu air meningkat.
Secara
umum, gangguan yang terjadi akibat pencemaran air dapat dikelompokkan menjadi
empat sebagai berikut:
- Water diseases
Merupakan penyakit yang
ditularkan langsung melalui air minum, seperti kolera, tifus, dan disentri
b. Water washed diseases
Merupakan penyakit yang berkaitan dengan kekurangan air
hygiene perorangan, seperti scabies, infeksi kulit dan selaput lender, trachoma
dan lepra.
- Water based diseases
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh bibit penyakit
yang sebagian siklus kehidupannya berhubungan dengan schistosomiasis.
- Water related vectors
Adalah penyakit yang ditularkan oleh vector penyakit yang
sebagian atau seluruhnya perindukkannya berada di air, seperti malaria, demam
berdarah dengue, dan filariasis.
Dampak
yang disebabkan polutan di air adalah sebagai berikut :
a.
Nutrien tumbuhan
Perairan
yang mengandung nutrien seperti fosfat dan nitrogen dalam jumlah berlebih
disebut mengalami eutrofikasi. Eutrofikasi akan menyebabkan ganggang
(algae) berkembang biak dengan subur sehingga populasinya meningkat pesat
disebut algae blooming.
Algae blooming
dapat menyebabkan beberapa gangguan di perairan di antaranya:
- Menghambat penetrasi cahaya matahari ke dalam perairan
sehingga mengganggu kehidupan biota air.
- Jika ganggang yang
mengalami blooming menghasilkan senyawa beracun akan menyebabkan kematian biota
air.
- Ketika ganggang
yang mengalami blooming mati, sei-selnya akan turun ke dasar perairan dan
mengalami pembusukan sehingga terjadi peningkatan populasi bakteri pembusuk
yang membutuhkan banyak oksigen. Hal ini akan meningkatkan BOD perairan
- BOD yang
meningkat akan menurunkan DO perairan sehingga biota air yang tidak toleran
terhadap kondisi DO rendah akan mengalami penurunan populasi.
b. Limbah yang membutuhkan
oksigen
Seperti
eutrofikasi pencemaran air oleh limbah yang membutuhkan oksigen akan
menyebabkan peningkatan BOD akibat tingginya populasi bakteri aerob sehingga
akan menurunkan DO perairan. Akibatnya populasi biota air turun.
c.
Minyak
Pencemaran minyak
banyak terjadi di lautan atau pantai.
- Pencemaran
minyak di perairan dapat menyebabkan kematian bagi banyak jenis biota air
seperti terumbukarang, karena bersifat racun bagi biota tersebut.
- Tumpahan
minyak diperairan dapat menempel dan menyelubungi bulu-bulu pada burung dan
rambut mamalia air sehingga mengganggu fungsi fisiologis bulu dan rambut
tersebtu. Contoh gangguan fisiologis yang dapat terjadi adalah hilangnya
kemampua mengapung atau kemampuan menjaga suhu tubuh sehingga hewan dapat mati
karena tenggelam atau karena kehilangan panas tubuh secara drastis.
d.
Sedimen
Pencemaran
sedimen di perairan dapat menyebabkan air menjadi keruh sehingga mengurangi
jarak penetrasi cahaya matahari ke dalam perairan. Hal ini ini akan menyebabkan kemampuan fotosintesis
ganggang dan tumbuhan air menurun sehingga populasinya berkurang, dan akan
mengakibatkan penurunan populasi biota air lainnya. Sedimen juga dapat menyumbat aliran air, membawa endapan
senyawa toksin, dan menutupi terumbu karang serta makhluk hidup lain di dasar
perairan.
- Panas
Polusi
panas atau termal dapat menyebabkan perubahan suhu perairan secara
drastis sehingga mengakibatkan kematian berbagai biota air yag tidak
mampu beradaptasi terhadap perubahan suhu tersebut. Panas juga dapat menurunkan DO di perairan.
Cara
Penanggulangan Polutan di Air
Cara
penanggulangan polutan di air lainnya adalah
melakukan penanaman pohon. Pohon selain bisa mencegah longsor, diakui mampu
menyerap air dalam jumlah banyak. Itu sebabnya banyak bencana banjir akibat
penebangan pohon secara massal. Padahal, pohon merupakan penyerap air paling
efektif dan handal.
Beberapa cara penanggulangan
pencemaran air tersebut di antaranya sebagai berikut.
- Program Pengendalian Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan
· Mengurangi beban pencemaran badan air oleh industri dan
domestik.
· Mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor dan
industri.
· Mengawasi pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3.
· Mengembangkan produksi yang lebih bersih (cleaner
production) dan EPCM (Environmental Pollution Control Manager).
- Program Rehabilitasi dan Konservasi SDA dan Lingkungan Hidup
· Mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis.
· Menanggulangi kerusakan lahan bekas pertambangan, TPA,
dan bencana.
· Meningkatkan konservasi air bawah tanah.
· Rehabilitasi dan konservasi keanekaragaman hayati.
- Tindakan yang Perlu Dilakukan oleh Masyarakat
· Tidak membuang sampah atau limbah cair ke sungai, danau,
laut dll.
· Tidak menggunakan sungai atau danau untuk tempat mencuci
truk, mobil dan sepeda motor
· Tidak menggunakan sungai atau danau untuk wahana
memandikan ternak dan sebagai tempat kakus
· Tidak minum air dari sungai, danau atau sumur tanpa
dimasak dahulu.
- Pembuatan Kolam Pengolah Limbah Cair
Pembuatan
kolam pengolahan air buangan (air cucian, air kamarmandi, dan lain-lain) secara
kolektif, agar limbah tersebut tidak langsung dialirkan ke selokan atau sungai.
Untuk limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam beberapa kolam kemudian dibersihkan, baik secara mekanis (pengadukan), kimiawi
(diberi zat kimia tertentu) maupun biologis (diberi bakteri, ganggang atau
tumbuhan air lainnya). Pada kolam terakhir dipelihara ikan untuk menguji
kebersihan air dari polutan yang berbahaya. Reaksi ikan terhadap kemungkinan
pengaruh polutan diteliti.
Pencegahan
Polutan di Air
Pada
dasarnya ada lima cara yang dapat dilakukan dalam rangka pencegahan pencemaran
air, yaitu:
1.Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak
merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
2. Tidak membuang sampah ke sungai.
3.
Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
4. Melakukan
penyaringan limbah pabrik sehingga limbah yang nantinya bersatu dengan air
sungai bukanlah limbah jahat perusak ekosistem.
5. Pembuatan
sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-sumber air bersih lainnya tidak
tercemar.
Polutan
Tanah
Polutan Tanah adalah sebagai tempat makhluk hidup
bagi organisme, sebagai hara dan air bagi tumbuhan. Pada tanah yang subur
proses-proses kehidupan tumbuhan, hewan, dan mikroba tanah dapat berlangsung
dengan baik. Keadaan tanah yang memengaruhi makhluk hidup misalnya pH tanah,
tekstur, kelembapan, dan kandungan unsur hara.
Macam-macam Polutan Tanah
adalah sebagai berikut :
a.
Senyawa organik yang dapat
membusuk karena diuraikan oleh mikroorganisme, seperti sisa-sisa makanan, daun,
tumbuh-tumbuhan dan hewan yang mati.
b. Senyawa organik dan senyawa anorganik yang tidak dapat
dimusnahkan/ diuraikan oleh mikroorganisme seperti plastik, serat, keramik,
kaleng-kaleng, PVC, dan bekas bahan bangunan, menyebabkan tanah menjadi kurang
subur
c. Gas yang larut dalam
air hujan seperti oksida nitrogen (NO dan NO2), oksida belerang (SO2 dan SO3),
oksida karbon (CO dan CO2), menghasilkan hujan asam yang akan menyebabkan tanah
bersifat asam dan merusak kesuburan tanah/ tanaman.
d. Pencemar berupa
logam-logam berat yang dihasilkan dari limbah industri seperti Hg, Zn, Pb, Cd
dapat mencemari tanah.
e. Zat radioaktif yang dihasilkan dari PLTN, reaktor atom atau dari percobaan
lain yang menggunakan atau menghasikan zat radioaktif.
Dampak
yang disebabkan polutan di tanah adalah sebagai berikut :
1. Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung
pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan
kerentanan populasi yang terkena. Kromium,
berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal
sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak,
serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi. Kuri (air raksa) dan
siklodiena
dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat
diobati. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati.
Organofosfat
dan karmabat
dapat dapat menyebabkan ganguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang
mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan
ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak
kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata
dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada
dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian.
2.
Pencemaran
tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem.
Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya
bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan
perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda
yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan
beberapa spesies primer dari rantai
makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau
tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk
kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida
makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan
terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari
efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung
menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat kematian anakan dan
kemungkinan hilangnya spesies tersebut.
3. Dampak pada pertanian terutama perubahan erivative
tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini
dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman dimana
tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar
ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain
bahan-bahan kimia erivative akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.
Cara
Penanggulangan Polutan di Tanah
1. Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan
tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi.
Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.
2. Pembersihan off-site
meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang
aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar.
Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat
pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar
dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air
limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.
3. Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran
tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi
bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang
kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). Menurut Dr. Anton
Muhibuddin, salah satu mikroorganisme yang berfungsi sebagai bioremediasi
adalah jamur vesikular arbuskular mikoriza (vam). Jamur vam dapat berperan
langsung maupun tidak langsung dalam remediasi tanah. Berperan langsung, karena
kemampuannya menyerap unsur logam dari dalam tanah dan berperan tidak langsung
karena menstimulir pertumbuhan mikroorganisme bioremediasi lain seperti bakteri
tertentu, jamur dan sebagainya.
Pencegahan
Polutan di Tanah
Pada umumnya pencegahan ini
pada prinsipnya adalah berusaha untuk tidak menyebabkan terjadinya pencemaran,
misalnya mencegah/mengurangi terjadinya bahan pencemar, antara lain:
l Sampah
organik yang dapat membusuk/diuraikan oleh mikroorganisme antara lain dapat
dilakukan dengan mengukur sampah-sampah dalam tanah secara tertutup dan
terbuka, kemudian dapat diolah sebagai kompos/pupuk.
l Sampah
senyawa organik atau senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan oleh
mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara membakar sampah-sampah yang dapat
terbakar seperti plastik dan serat baik secara individual maupun dikumpulkan
pada suatu tempat yang jauh dari pemukiman, sehingga tidak mencemari udara
daerah pemukiman. Sampah yang tidak dapat dibakar dapat
digiling/dipotong-potong menjadi partikel-partikel kecil, kemudian dikubur.
l Pengolahan
terhadap limbah industri yang mengandung logam berat yang akan mencemari tanah,
sebelum dibuang ke sungai atau ke tempat pembuangan agar dilakukan proses
pemurnian.
l Penggunaan
pupuk, pestisida tidak digunakan secara sembarangan namun sesuai dengan aturan
dan tidak sampai berlebihan.
BAB III
PENUTUP
Daftar Pustaka
Fitria, Agnes Widyanto,dkk.2015. Polusi Air Tanah Akibat Limbah Industri
Wienpurnama, S.2012. Sumber Polusi air Tanah dan Udara.
(https://wienoorpurnama.wordpress.com/2012/05/11/sumber-polusi-air-udara-dan-tanah-polutan-air-udara-dan-tanah-dampak-polusi-air-udara-dan-tanah/).
Diakses tanggal 21 Oktober
Winarno, P. 1998.Hubungan
Polusi dengan Aktifitas Manusia.Gramedia:
Jakarta